Sub-Blog

Rabu, 30 Maret 2011

PENGERTIAN IMAN, ISLAM DAN KAFIR

A. Iman
1. Pengertian
Iman secara bahasa berakar dari bahasa Arab amuna yang asalnya dari kata al-amnu yang berarti percaya. Dalam bahasa Inggris, diterjemahkan dengan to believe. Sedangkan secara istilah Iman berarti meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan melaksanakan dengan perbuatan.
Alqomah bin Qais bin Abdullah bin Malik An-Nakha’i, salah seorang tokoh dari ulama tabi’in memberikan definisi tentang iman “yaitu: orang ketika ditimpa musibah ia meyakini bahwa itu semua dari Allah, maka ia pun akan ridha dan pasrah (atas takdir-Nya).”
Dalam hadis riwayat Muslim, diceritakan bahwa suatu hari Rosulullah saw didatangi oleh seorang lelaki tua. Kepada Rosulullah, lelaki tua itu bertanya tentang tiga hal, dimana salah satunya tentang iman. Rosululloh saw menjawab: ”Hendaklah engkau beriman kepada Alloh, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.”.
Dr. Abdul Rahman abdul Khalid, mengatakan iman adalah membenarkan Allah dan Rasul-Nya tanpa keraguan, berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa, serta meyakini bahwa jihad merupakan puncak amalan dalam islam.
Sedangkan orang yang beriman disebut sebagai Mu’min, yaitu orang yang telah mengenal keEsaan Allah dan sifa-sifat-Nya yang hakiki, undang-undang-Nya dan pembalasan-Nya kepada hamba-hamba-Nya atas pekerjaan mereka pada hari kiamat, kemudian ia yakin akan semua itu dari dasar hatinya.
2. Macam-macam Iman
Para ulama ada yang membagi iman menjadi 5 macam, yaitu:
a. Iman yang sudah paten (al-îmân al-mathbû’), yaitu imannya para malaikat.
b. Iman yang selalu terjaga (al-îmân al ma’shûn), yaitu imannya para nabi.
c. Iman yang diterima (al-îmân al-maqbûl), yaitu imannya para mukmin. Iman menjadikannya tunduk kepada Allah secara sempurna dan murni, menempuh jalan-Nya, serta memusatkan jiwa untuk meraih keridhoan-Nya dalam melakukan apa yang disenangi dan menjauhi apa yang dibenci-Nya. Orang yang memiliki iman kategori ini adalah orang yang jujur.
d. Iman yang terhenti (al-îmân al-mauqûf), yaitu imannya orang-orang yang berbuat bid’ah.
e. Iman yang ditolak (al-îmân al-mardûd), yaitu imannya orang-orang munafiq. Ia menolak peribadatan kepada Allah, karena itu ia tergolong durhaka.
Dalam beriman, terdapat pokok-pokok dalam keimanan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda yang artinya, “ ..... (iman ialah): engkau percaya kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kepada kitab-kitabNya, kepada para utusanNya, kepada hari akhir, dan percaya pula pada takdir baik dan buruk....” (HR. Muslim). Berdasarkan hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa pokok-pokok dalam keimanan ada 6, yang selanjutnya kita kenal dengan istilah rukun iman.
1) Iman kepada Allah
Orang mukmin adalah orang yang kuat karena menyandarkan diri kepada Allah dengan bertawakkal serta yakin bahwa Allah selalu bersamanya. Allah swt berfirman, yang artinya, “ Barang siapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. Al-Anfal: 49)
Adapun syarat mutlak dari pengakuan iman kepada Allah haruslah diucapkan dengan sadar dan penuh keinsyafan, yakni kalimat syahadat tauhid, “Asy hadu alla ilaaha illal-laah”, yang artinya “ Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.”




2) Iman kepada malaikat-malaikat Allah
Malaikat adalah makhluk yang diciptakan dari nur (cahaya) yang tidak mempunyai nafsu tetapi mempunyai akal. Oleh karena itu, mereka tidak pernah durhaka kepada Allah. Beriman kepada malaikat berarti kita percaya dengan sepenuhnya bahwa malaikat itu makhluk yang sangat taat kepada Allah swt. Firman Allah swt, “ Segala mereka yang beriman, semuanya beriman kepada Allah dan MalaikatNya.” (Qs. Al-Baqoroh: 285).
3) Iman kepada Kitab-kitab Allah
Al-kitab adalah firman Allah yang disampaikan kepada para RosulNya melalui malaikat Jibril, yang mengandung perintah maupun larangan untuk disampaikan kepada umatnya, kemudian ditulisdan dikumpul dalam satu bendel berbentuk kitab. Beriman kepada kitab Allah berarti percaya bahwa Allah menurunkan beberapa kitab kepada para RasulNya sebagai pedoman hidup umat manusia dalam segala hal, baik dunia maupun akhirat. Adapun kitab yang harus kita yakini ada empat, yaitu Taurat yang diwahyukan kepada Nabi Musa as, Zabur yang diwahyukan kepada Nabi Dawud as, Injil kepada Nabi Isa as, serta Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw.
4) Iman kepada Rosul-Rosul Allah
Beriman kepada Rasul-rasul Allah berarti kita mengakui dengan sepenuhnya, bahwa Allah mengutus para Rosul/ Nabi untuk menyampaikan wahyu-wahyuNya yang berisi tentang tauhid, hukum-hukum, dan membimbing manusia ke jalan yang benar.
5) Iman kepada hari kiamat
Beriman kepada hari kiamat berarti percaya sepenuhnya bahwa setelah alam seisinya dihancurkan oleh Allah dan semua makhluk akan mati kemudian dibangkitkan untuk diperhitungkan segala amal kebaikan dan keburukan sedetail mungkin, kemudian baru ditentukan tempatnya menurut ukuran amalnya masing-masing. “ Dan sesungguhnya Dia-lah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan bahwasanya Allah membangkitkan semu orang di dalam kubur.” (Qs. Al-Hajj: 6-7)
6) Iman kepada Qodho’ dan Qodar
Artinya, kita yakin dan percaya dengan sesungguhnya bahwa sesuatu yang telah, atau sedang atau yang akan terjadi adalah kehendak Allah, sebagaimana firmanNya, “ Adalah segala urusan Allah itu, menurut ketentuan yang telah ditaqdirkan.” (Al-Ahzab: 38)
B. Islam
1. Pengertian
Secara terminologi, Islam berasal dari bahasa Arab yang mempunyai beberapa makna, antara lain:
1) Salam, yang artinya keselamatan,peraturan. Jadi, Islam diartikan sebagai peraturan-peraturan yang datang dari Allah, untuk membimbing keselamatan manusia dunia akhirat.
2) Taslim, artinya penyerahan. Islam berarti penyerahan diri kita kepada Allah dalam keadaan suka dan duka.
3) Silm, bermakna perdamaian. Islam berarti perdamaian kita kepada Allah (tidak durhaka ) dan dengan sesama manusia (tidak bermusuhan ).
4) Sullami, artinya titian. Islam didefinisikan sebagai peraturan-peraturan yang merupakan titian, untuk menghubungkan kita ke jalan kebahagiaan dunia dan akhirat.


Sedangkan menurut istilah, Islam didefinisikan sebagai peraturan (undang-undang) dari Allah SWT dengan perantaraan wahyu kemudian diwujudkan sebagai kitab suci sebagai pegangan hidup umat manusia.
2. Keistimewaan agama Islam
Islam adalah agama samawiyah yang terakhir, yang diturunkan oleh allah kepada manusia, “Pada hari telah Ku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikma-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam itu menjadi agamamu.” (Qs. Al-Maidah: 3).
Agama islam merupakan salah satu agama yang pernah dicatat dalam lintasan sejarah dunia,bagaimana revolusionernya agama islam merubah nasib bangsa/umat manusia yang di dalam kegelapan laksana kapal kehilangan pedoman.
Satu-satunya agama yang sekiaan banyak dewasa ini yang diakui oleh Allah sesuai dengan firman-Nya dalam surat Ali-Imran ayat 19 yang artinya: ”Sesungguhnya agama yang ada di sisi Allah adalah islam.”
Isi dari kitab sucinya (Al-qur’an) tetap murni (tidak diubah oleh siapapun).Sebab Allah telah berjanji untuk memeliharanya. Buktinya sudah 15 abad tetap utuh. Insya Allah sampai hari kiamat nanti. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr ayat 9 yang artinya: ”Sesungguhnya Kami (Allah) menurunkan peringatan (Al-qur’an) itu,dan sesungguhnya Kami (pulalah) Penjaganya.”
Agama islam adalah agama yang paling menonjol, dalam arti kata mempunyai nama yang menunjukkan hakikat dari kata “ISLAM” itu sendiri, yaitu selamat, perdamaian karena oraqng yang beragama Islam Muslim,orang yang selalu mengadakan hubungan dengan Allah (ibadah) dan hubungan sesama manusia (mu’amalah/sosial) sehingga hidupnya selamat dunia akhirat.
Karena Islam menganjurkan supaya percaya kepada Rasul-Rasul sebelum nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab suci Samawiyah yang lain sebelum Al-Qur’an. Lain halnya dengan orang Yahudi, hanya percaya kepada Nabi dan Kitab suci orang Israil saja. Kemudian orang yang beragama Kristen hanya percaya kepada Yesus Kristus, dan sedikit lebih luas hanya percaya kepada Nabi-Nabi orang Israil saja. Orang beragama Budha hanya percaya kepada Budha Gautama, orang beragama Zoroaster hanya percaya kepada Zoroaster, orang beragama Hindu hanya percaya kepada Nabi-Nabi yang bangkit di India saja dan seterusnya.
Pengakuan orang-orang di luar Islam sendiri seperti ALFRED W.MARTINI (Nasrani) mengatakan : ”Tidak dapat kita bayangkan bagaimana besarnya kerugiaan yang dideruia oleh bangsa Nasrani,seandainya Islam tidak memelihara kebudayaan di zaman pertengahan”.
3. Sumber Ajaran Islam
Sumber ajaran Islam yang pertama adalah Al-Quran, yang merupakan kalamullah (sabda Tuhan) yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. Wahyu ini diturunkan kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Pembukuan Al-Quran dilakukan pada masa Abu Bakar atas saran Umar bin Khotob. Kemudian baru pada masa khalifah Usman bin Affan Al-Quran dalam bentuk buku ini diperbanyak dan disebarkan ke daerah-daerah Islam. Al-Quran, sebagai sumber utama ajaran agama Islam mempunyai sifat yang khas, yaitu keontentikannya dijamin oleh Allah swt, “ Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kami-lah Pemelihara-Nya.” (Qs. Al-Hijr: 9)
Hadis, sebagai sumber kedua ajaran Islam, mengandung sunnah (tradisi Nabi Muhammad). Sunnah ini berupa perkataan, perbuatan, maupun persetujuan Nabi Muhammad saw. Pencatatan dan penghafalan hadis dilarang oleh Rosulullah saw, dengan alasan dikhawatirkan akan terjadi pencampurbauran antara ayat Al-Quran sebagai kalam Allah dan hadis yang merupakan sabda Rosulullah saw. Kitab hadis pertama berjudul Al Muwatta’, yang ditulis oleh Malik Ibn Anas pada tahun 140 H. Hadis, sebagai sumber ajaran Islam kedua berfungsi sebagai pelengkap dan penjelas Al-Quran. Ayat-ayat dalam Al-Quran diperjelas dan diperkuat dengan hadis.
C. Kafir
1. Pengertian
Kufur dalam bahasa arab berarti menyembunyikan dan menutup. Al-Qurthubiy juga menyatakan bahwa asal makna kafir (al-kufr) adalah tertutup (al-sitru wa al-taghthiyah). Oleh karenanya, orang Arab menyebut “malam” dengan kata kafir karena malam menyembunyikan sesuatu sehingga tidak nampak oleh mata.
Kafir adalah lawan dari iman. Jika iman berarti mengetahui Allah maka kafir adalah tidak mengetahui Allah. Jika dikatakan iman adalah taat maka kafir berarti maksiat. Sehingga orang kafir adalah orang yang tidak bisa mengetahui dan memahami Allah dan segala yang datang dari Allah, sehingga tidak bisa percaya kepada-Nya, dan cenderung melakukan maksiat kepada Allah. Definisi lain untuk kafir adalah sebutan bagi orang-orang yang keluar dari landasan islam. Seorang yang kafir dapat melihat dalil-dalil tauhid di hadapannya dan sesuatu yang mendorongnya agar beriman kepada Allah, tetapi dia tetap berbuat dalam kebatilan dan kekufurannya seolah-olah dia tidak dapat melihat dalil tersebut.


2. Macam-macam Kafir
Secara garis besar kufur dibagi ke dalam dua golongan, yaitu kufur besar dan kufur kecil. Di bawah akan dibahas lebih dalam tentang kedua macam kufur :
1) Kufur besar, kufur ini bisa mengeluarkan seseorang dari agama islam. Kufur besar ini ada 5 macam, yaitu:
a. Kufur karena mendustakan dalilnya firman Allah yang artinya sebagai berikut “Siapakah yang lebih aniaya dari pada orang yang mengadakan dusta terhadap Allah atau mendustakan kebenaran tatkala ia datang kepadanya. Bukankah dalam neraka jahannam itu ada tempat tinggal bagi orang-orang kafir.” (QS Al-Ankabut: 68).
b. Kufur karena enggan dan sombong, padahal mereka membenarkannya. Firman Allah yang artinya, “Dan ingatlah Ketika Kami berfirman kepada malaikat, ‘Tunduklah kamu kepada Adam.Lalu mereka tunduk kecuali iblis, yang enggan dan congkak dan adalah ia termasuk orang-orang kafir.” (QS Al-Baqoroh ayat 34)
c. Kufur karena ragu, “Dan ia memasuki kebunnya, sedang ia aniaya terhadap dirinya sendiri, ia berkata, ‘Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya dan aku kira kiamat tidak akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, niscaya akan kudapati tempat kembali yang lebih baik. Temannya (yang mukmin) berkata kepadanya, ‘Apakah engkau kafir kepada (Rabb) yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes air mani kemudian Dia menjadikanmu seorang laki-laki? Tetapi aku (percaya bahwa) Dialah Allah, Rabbku dan aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.” (QS Al-Kahfi : 35-38)
d. Kufur karena berpaling, “Dan orang-orang kafir itu berpaling dari peringatan yang di sampaikan kepada mereka.” (QS Al-Ahqaf: 3)
e. Kufur karena nifaq, “Yang demikian itu adalah karena mereka beriman (secara lahirnya), lalu kafir (secara batinnya), kemudian hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti.” (QS Al-Munafiqun : 3).




2) Kufur kecil, yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama islam, dan ia adalah kufur amali. Sedangkan definisi kufur amali adalah dosa-dosa yang disebutkan didalam Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dosa-dosa kufur,tetapi tidak mencapai derajat kufur besar.
Dibawah ini beberapa contoh kufur kecil :
a. Kufur nikmat, “Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.” (QS An-Nahl : 83).
b. Membunuh orang muslim, sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi saw, “ Mencaci seorang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya adalah suatu kekufuran.” (HR. Bukhori dan Muslim). Sabda Rasulullah, “Janganlah kalian sepeninggalku kembali lagi menjadi orang-orang kafir, sebagian kalian memenggal leher sebagiaan yang lain.” (HR. Bukhori dan Muslim).
c. Bersumpah dengan nama selain Allah. Nabi SAW bersabda yang artinya, “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh.” (QS. Al-Baqoroh: 178)


Selain itu, sebagian ulama juga membagi kategori kafir menjadi 4 macam yaitu :
1) Kafir ingkar (kufru al-ingkar) yakni orang yang tertutup hati dan lisannya sehingga tidak dapat mengetahui dan memahami tauhid.
2) Kafir juchud (kufru al-juchud) yakni orang yang hatinya mengetahui dan memahami (Allah) tetapi tidak mau mengikrarkan dengan lisannya, seperti kafirnya iblis dan Umayyah bin Abi Shilat.
3) Kafir yang bersifat menentang (kufru al-mu’anidah) yakni orang yang mengetahui Allah dengan hatinya dan mau menyatakan dengan lisannya tetapi ia tidak mau mengakui agama Allah karena rasa dengki dan menentang terhadap agama Allah seperti kafirnya Abu Jahal.
4) Kafir nifaq (kufru al-nifaq) yakni orang yang menyatakan iman dengan lisannya tetapi hatinya kafir dan tidak percaya.


3. Perbedaan antara kufur besar dan kufur kecil
Adapun perbedaan antara kufur besar dan kufur kecil adalah sebagai berikut:
Kufur besar mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menghapuskan (pahala) amalnya, sedangkan kufur kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, juga tidak menghapuskan (pahala) amalnya, tetapi bisa mengurangi (pahala)nya sesuai dengan kadar kekufurunnya, dan pelakunya tetap dihadapkan dengan ancaman.
Kufur besar menjadikan pelakunya kekal di neraka, sedangkan kufur kecil, jika pelakunya masuk neraka maka ia tidak kekal di dalamnya, dan bisa saja Allah memberi ampunan kepada pelakunya sehingga ia tidak masuk neraka sama sekali.
Kufur besar menjadikan halal darah dan harta pelakunya, sedangkan kufur tidak demikian.
Kufur besar mengharuskan adanya permusuhan yang sesungguhnya, antara pelakunya dengan orang-orang mukmin. Orang-orang mukmin tidak boleh mencintai dan setia kepadanya, betapapun ia adalah keluarga terdekat. Adapun kufur kecil, maka ia tidak melarang secara mutlak adanya kesetiaan, tetapi pelakunya dicintai dan diberi kesetiaan sesuai dengan kadar keimanannya, dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kemaksiatannya.

oleh :
1. Ngaenun Nangim (10600041)
2. Eka Santi Wahyuni (10600046)
3. Fatimah Citra (10600053)
4. Annyta Lucyana (10600061)
5. Leni Herliana (10600062)
6. Rifka Zammilah (10600063)
7. Maida Rahma (10600066)

Referensi :
 
Abdul Kholid, Abdul Rahman. Garis Pemisah antara Kufur dan Iman. 2004. Jakarta: Bumi Aksara.
Matdawam, M. Noor. Pengantar dan Azaz-azaz Theologi Islam (Aqidah Islamiyah). 1984. Yogyakarta: Penerbit Kota Kembang.
Maududi, abul A’la, dkk. Hakekat tauhid dalam kehidupan Seorang Muslim. 1990. Darus Salam Press.
Nasution, Harun. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. 2005. Jakarta: UI Press.
Pokja Akademik. Tauhid. 2005. Yogyakarta: Pokja akademik UIN Sunan Kalijaga.
Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al- Fauzan. Kitab Tauhid 3. 1999. Jakarta: darul Haq.
Sudrajat, Ajat. Din Al-Islam. 1997. Yogyakarta: UPP IKIP.
Syaikh Muhammad Al-Tamimi. Kitab Tauhid. 1995. Gema Insani Press.

SEJARAH RASULULLAH MUHAMMAD SAW

  1. Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW


Nabi Muhammad S.A.W dilahirkan di tengah keluarga Bani Hasyim di Makkah pada hari senin pagi, tanggal 9 rabi’ul awal tahun gajah dan bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 bulan April tahun 571 M. Tanggal tersebut berdasarkan penelitian ulama’ terkenal yaitu Muhammad Sulaiman Al-Manshurfury dan peneliti astronomi yaitu Mahmud Basya.1 Beliau lahir dari seorang ibu yang bernama Siti Aminah dan ayahnya bernama Abdullah.
Banyak sekali peristiwa yang aneh saat beliau masih dalam kandungan Ibunda Siti Aminah hingga lahir kedunia. Beberapa diataranya yaitu: pada saat Siti Aminah mengandung Nabi Muhammd SAW dari bulan pertama sampai 9 bulan hingga melahirkan, selalu didatangi oleh para malaikat. Itu karena kemuliaan dan keagungan beliau. Para malaikat hormat kepada beliau. Dan saat proses kelahiranya, Siti Aminah didatangi oleh para bidadari dari surga. Dengan bercahaya bergemilang dan aroma wewangian yang belum pernah dicium oleh manusia sebelumnya.
Siti Aminah melahirkan Nabi Muhammad SAW tidak melalu rahim-nya,dan itu merupakan suatu keajaiban. Selesai melahirkan,para utusan mengirim berita kepada Abdul Muttalib ,untuk menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran cucunya. Abdul Muttalib teringat kepada Abdullah anaknya. Beliau sangat gembira sekali hatinya,karena pengganti anaknya sudah ada. Abdul Muttalib cepat-cepat menemui menantunya itu,lalu membawa bayi itu ke dalam ka’bah,seraya berdo’a kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Bayi itu diberi nama Muhammad. Nama itu tidak umum di kalangan masyarakat Arab,tetapi cukup dikenal. Nabi Muhammad di khitan pada hari ketujuh,seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang arab.
Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke dunia ini sangatlah suci dan bersih,dan ALLAH SWT selalu memelihara Beliau dari sifat-sifat hina, dari dalam kandungan hingga Beliau wafat. Bahkan sebelum dunia ini diciptakan, ALLAH SWT telah menciptakan Nur Muhammad terlebih dahulu. Yang mana Nur Muhammad itu menjadi dasar ALLAH SWT menciptakan alam semesta ini.
Itulah beberapa keagungan dan mu’zijat yang diberikan ALLAH SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang sangat luar biasa
  1. Kerasulan Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad di angkat menjadi rasul ketika usia beliau mencapai 40 tahun, saat usia 40 tahun tersebut yang paling beliau sukai adalah mengasingkan diri.beliau sering kali ke Gua Hira, sebuah gua bukit dekat Makkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur untuk memikirkan cara untuk mengatasi gejala yang dihadapi masyarakatnya. Di sinilah baginda sering berfikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kedurjanaan yang kian berleluasa di kalangan kaumnya.
Pada suatu malam, ketika beliau sedang bertafakur di Gua Hira, Malaikat Jibril mendatangi Muhammad. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Beliau diminta membaca. Beliau menjawab, "Saya tidak bisa membaca". Jibril mengulangi tiga kali meminta Muhammad untuk membaca tetapi jawaban baginda tetap sama.kemudian malaikat Jibril merangkul Nabi Muhammad dan akhirnya berkata yang artinya:
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.


Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad di Gua Hira. Ketika itu beliau berusia 40 tahun. Wahyu itu turun kepada beliau dari masa ke masa dalam jangka masa 23 tahun. Wahyu ini telah diturunkan menurut panduan yang diberikan Rasulullah dan dikumpulkan dalam buku bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al-Quran (bacaan). Kebanyakkan ayat-ayatnya mempunyai arti yang jelas. Sebagiannya diterjemah dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang lain. Sebagiannya pula diterjemah oleh Rasulullah sendiri melalui percakapannya, tindakan dan persetujuan yang terkenal, dengan nama Sunnah. Al-Quran dan al Sunnah digabungkan bersama untuk menjadi panduan dan cara hidup mereka yang menyerahkan diri kepada Allah.


  1. Perjuangan Rasulullah Periode Makkah ( Fath al-Makkah)
Perjuangan rasulullah periode makkah(Fath al-Makkah) dapat dibagi dua tahap:
  1. Tahap dakwah secara sembnyi-sembunyi,yang berjalan selama tiga tahun.
TIGA TAHUN DAKWAH SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI
Sebagaimana yang telah diketahui,Makkah merupakan sentral agama bangsa Arab. Di sana ada peribadatan terhadap ka’bah dan penyembahan terhadap berhala dan patung-patung yang disucikan seluruh bangsa arab. Cita-cita untuk memperbaiki keadaan mereka tentu bertambah sulit dan berat jika orang yang hendak mengadakan perbaikan jauh dari lingkungan mereka. Hal ini membutuhkan kemauan keras yang tidak bisa di guncang musibah dan kesulitan. Maka dalam menghadapi kondisi seprti ini, tindakan yang paling bijaksana adalah tidak kaget karena tiba-tiba menghadapi sesuatu yang menggusarkan mereka.
Sangat lumrah jika Rasulullah menampakkan Islam pada awal mulanya kepada orang yang paling dekat dengan beliau,anggota lamanya dan sahabat-sahabat karibnya. Beliau menyeru mereka kepada islam juga menyeru siapapun yang dirasa memiliki kebaikan,yang sudah beliau kenal secara baik dan merekapun mengenal beliau secara baik.mereka yang di seru ini langsung memenuhi seruan beliau karena mereka samasekali tidak menyangsikan keagungan diri beliau dan kejujuran pengabaran yang beliau sampaikan.Dalam tarikh islam mereka dikenal dengan sebutan As-Sabiqunal-Awwalun(yang pertama masuk islam).


  1. Tahap dakwah secara terang-terangan ditengah penduduk Makkah
Setelah berdakwah kepada kaum kerabatnya, Nabi berdakwah terang-terangan kepada kaum Quraisy. Muhammad, berbekal kesabaran, keyakinan, kegigihan, dan keuletan dalam berdakwah terus-menerus dan tidak menghiraukan orang-orang musryik yang terus menghardik dan mengejeknya. Banyak yang cara yang dilakukan kaum Quraisy untuk menghentikan Muhammad, suatu saat Abu Tholib sedang duduk bersama keponakannya. Juru bicara rombongan yang mendatangi rumah Abu Tholib membuka pembicaraan dengan berkata, Wahai Abu Tholib! Muhammad mencerai-beraikan barisan kita dan menciptakan perselisihan diantara kita. Jika ia menginginkan kedudukan, kami siap menerimanya sebagai penguasa kami dan kami akan mengikuti perintahnya. Bila ia sakit dan membutuhkan pengobatan, kami akan membawakan tabib ahli untuk merawatnya.
Abu Tholib berpaling kepada Nabi seraya berkata, Para sesepuh anda datang untuk meminta Anda berhenti mengkritik berhala supaya mereka pun tidak mengganggu Anda. Nabi menjawab, Saya tidak menginginkan apa pun dari mereka. Bertentangan dengan empat tawaran itu, mereka harus menerima satu kata dari saya, yang dengan itu mereka dapat memerintah bangsa Arab dan menjadikan bangsa Ajam sebagai pengikut mereka. Abu Jahal bangkit sambil berkata, Kami siap sepuluh kali untuk mendengarnya. Nabi menjawab, Kalian harus mengakui keesaan Tuhan. Kata-kata tak terduga dari Nabi ini laksana air dingin ditumpahkan ke ceret panas. Mereka demikian heran, kecewa, dan putus asa sehingga serentak mereka berkata, Haruskah kita mengabaikan 360 Tuhan dan menyembah kepada satu Allah saja?
Orang Quraisy meninggalkan rumah Abu Tholib dengan wajah dan mata terbakar kemarahan. Mereka terus memikirkan cara untuk mencapai tujuan mereka.
Banyak sekali contoh penganiayaan dan penyiksaan kaum Quraisy, Tiap hari Nabi menghadapi penganiayaan baru. Misalnya, suatu hari Uqbah bin Abi Muith melihat Nabi bertawaf, lalu menyiksanya. Ia menjerat leher Nabi dengan serbannya dan menyeret beliau ke luar masjid. Beberapa orang datang membebaskan Nabi karena takut kepada Bani Hasyim. Dan masih banyak lagi. Nabi menyadari dan prihatin terhadap kondisi kaum Muslim. Kendati beliau mendapat dukungan dan lindungan Bani Hasyim, kebanyakan pengikutnya budak wanita dan pria serta beberapa orang tak terlindung. Para pemimpin Quraisy menganiaya orang-orang ini terus-menerus , para pemimpin terkemuka berbagai suku menyiksa anggota suku mereka sendiri yang memeluk Islam. Maka ketika para sahabatnya meminta nasihatnya menyangkut hijrah, Nabi menjawab, Ke Etiopia akan lebih mantap. Penguasanya kuat dan adil, dan tak ada orang yang ditindas di sana. Tanah negeri itu baik dan bersih, dan Anda boleh tinggal di sana sampai Allah menolong Anda.
Pasukan Syirik Quraisy kehabisan akal untuk menghancurkan Muhammad, maka mereka melakukan propaganda anti Muhammad, diantaranya mereka memfitnah Nabi, Bersikeras menjuluki Nabi Gila, larangan mendengarkan Al-Qur’an, menghalangi orang masuk Islam, sehingga Allah mengabadikan perkataan orang-orang keji ini dan menunjukkan sesatnya perkataan mereka.
Kaum Quraisy pun gagal melakukan berbagai macam cara untuk menghalangi usaha Muhammad, dan menghalangi orang-orang untuk mengikuti agama Tuhan Yang Esa. Mereka pun melakukan Blokade ekonomi yang membuat banyak kaum muslim, terutama kaum wanita dan anak-anak kelaparan. Nabi dan para pengikutnya masuk ke Syi’ib(lembah) Abu Tholib, yang diikuti pendamping hidupnya, Khodijah, dengan membawa serta Fatimah AS. Orang-orang Quraisy mengepung mereka di Syi’ib itu selama tiga tahun. Dan akhirnya tahun-tahun blokade itu pun berakhir. Dan keluarlah sang bintang bersama keluarga dan sahabatnya dari pengepungan. Allah telah menetapkan kemenangan bagi mereka, dan Khodijah pun berhasil pula keluar dari pengepungan dalam keadaan amat berat dan menderita, Beliau telah hidup dengan kehidupan yang menjadi teladan Istimewa bagi kalangan kaum wanita. Ajal Khodijah sudah dekat. Allah telah memilihnya untuk mendampingi Rosulullah Saw, dan dia telah berhasil menunaikan tugas dengan baik. Khodijah akhirnya meninggal pada tahun itu juga. Yakni, pada saat kaum Muslim keluar dari blokade orang-orang Quraisy, tahun kesepuluh sesudah Kenabian. Pada tahun yang sama, paman Rosul (Abu Tholib) meninggal dunia, yang sekaligus sebagai pelindung dakwah Muhammad. Sungguh Nabi mengalami kesedihan yang amat berat. Beliau kehilangan Khodijah, dan juga pamannya yang menjadi pelindung, dan pembelanya. Itu sebabnya, maka tahun ini dinamakan Am Al-Huzn (Tahun Duka cita). Bukan hanya Rosul yang terpukul hatinya, Fatimah hatinya juga terasa terpukul. Kedukaan menyelimuti dan menindihnya di tahun penuh kesedihan itu.Fatimah kehilangan ibundanya, berpisah dari orang yang menjadi sumber cintanya dan kasih sayangnya. Rosul merasakan betapa berat kesedihan yang ditanggung putrinya. Setelah wafatnya Abu Tholib kaum Kafir Quraisy semakin berani menganggu Muhammad, akhirnya Muhammad berhijrah ke Yastrib, peristiwa hijrahnya Nabi ke Yastrib, merupakan momen awal dari lahirnya negara Islam. Penduduk Yastrib bersedia memikul tanggung jawab bagi keselamatan Nabi. Di bulan Robi’ul Awwal tahun ini, saat hijrahnya Nabi terjadi, tak ada seorang muslim pun yang tertinggal di Mekah kecuali Nabi, Ali dan Abu Bakar, dan segelintir orang yang ditahan Quraisy atau karena sakit,dan lanjut usia.
Kaum Quraisy yang berada di Mekah akhirnya membuat kesepakatan untuk membunuh Muhammad di malam hari, dan masing-masing suku mempunyai wakil, sehingga Bani Hasyim tidak dapat menuntut balas atas kematian Muhammad. Orang-orang ini memang bodoh, mereka mengira Muhammad dapat dihancurkan hanya dengan cara seperti ini, seperti urusan duniawi mereka. Jibril datang memberitahu Nabi tentang rencana kejam kaum kafir itu.
  1. Perjuangan Rasulullah Periode Madinah
  1. Latar belakang
Dikota mekkah telah kita ketahui bahwa bangsa quraisy dengan segala upaya akan melumpuhkan gerakan Muhammad Saw. Hal ini di buktikan dengan pemboikotan yang dilakukan mereka kepada Bani Hasyim dan Bani Mutahlib. Di antara  pemboikotan tersebut adalah:
    1. Memutuskan hubungan perkawinan
    2. memutuskan hubungan jual beli
    3. memutuskan hubungan ziarah dan menziarah dan lain-lain
  Pemboikotan tersebut tertulis di atas kertas shahifah atau plakat yang di gantungkan di ka’bah dan tidak akan di cabut sebelum Nabi Muhammad Saw. Menghentikan gerakannya.
Nabi Muhammad Saw. Merasakan bahwa tidak lagi sesuai di jadikan pusat dakwah islam beliau bersama  zaid bin haritsah hijrah ke thaif untuk berdakwah ajaran itu ditolak dengan kasar. Nabi Saw. Di usir, di soraki dan dikejar-kejar sambil di lempari dengan batu. Walaupun terluka dan sakit, Beliau tetap sabar dan berlapang dada serta ikhlas. Meghadapi cobaan yang di hadapinya.
Saat menghadapi ujian yang berat Nabi Saw bersama pengikutnya di perintahkan oleh ALLaH SWT untuk mengalami isra dan mi’raj ke baitul maqbis di palestina, kemudian naik kelangit hingga ke sidratul muntaha.
Kejadian isra dan mi’raj terjadi pada malam 17 rajab tahun ke-11 dari kenabiannya (sekitar 621 M) di tempuuh dalam waktu satu malam.
Berita ini menjadi olokan kaum Quraisy kepada Nabi saw. Mereka mengira Nabi saw telah gila. Orang pertama memperceyainya adalah Abu Bakar sehingga diberi gelar As Siddiq.
  1. Hijrahnya Nabi Muhammad saw
  • Faktor yang mendorong hijrahnya Nabi SAW
1. Ada tanda-tanda baik pada perkembangan Islam di Yatsrib, karena:
  1. pada tahun 621 M telah datang 13 orang penduduk Yatsrib menemui Nabi Muhammad SAW di bukit Akabah.
  2. pada tahun berikutnya, 622 M datang lagi sebanyak 73 orang Yatsrib ke Mekkah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj. Saat itu mereka tampaknya datang untuk melakukan haji, tetapi sesungguhnya kedatangan mereka adalah untuk menjumpai rasulullah SAW dan mengundang mereka agar pindah ke Yatsrib. Mereka berjanji akan membela dan mempertahankan serta melindungi Rasulullah besert para pengikut dan keluarganya seperti melindungi keluarga mereka sendiri. Perjanjian ini disebut Perjanjian Aqabah II. Akhirnya, Rasululah SAW menyuruhlah sahabat-sahabat Nabi pindah bersama.
2. Rencana pembunuhan Nabi saw oleh kaum Quraisy yang hasil kesepakatannya diputuskan oleh pemuka-pemuka Quraisy di Darun Nadwah. Mereka menyatakan bahwa
  1. Mereka sangat khawatir jika Muhammad dan pengikutnya telah berkuasa di Yatsrib. Pasti Muhammad akan menyerang kafilah-kafilah dagang Quraisy yang pulang pergi ke Syam. Hal itu akan mengakibatkan kerugian bagi perniagaan mereka.
  2. Membunuh Nabi saw sebelum beliau ikut pindah ke Yatsrib. Dengan cara setiap suku Quraisy mengirimkan seorang pemuda tangguh sehingga apabila Rasulullah SAW terbunuh, keluarganya tidak akan mampu membela diri di hadapan seluruh suku Quraisy, kemudian mengepung rumah Nabi SAW dan akan membunuhnya di saat fajar, yakni ketika Rasulullah SAW akan melaksanakan sholat Subuh.
Rencana-rencana tersebut diketaui oleh Nabi saw dan para pemuda Qurasy terkecoh. Karena yang tidur adalah Ali bin Abi Thalib bukan Rsulullah SAW. Rasulullah SAW sudah berangkat lebih awal dan sudah mengetahu kejahatan itu sebelum para pemuda Quraisy datang. Mereka mengejar dan menjelajahi seluruh kota untuk mencari Nabi saw tetapi hasilnya nihil. Kemudian Nabi bersama pengikutnya melanjutkan perjalanannya menelusuri pantai laut merah
  • strategi dakwah Rasulullah saw antara lain:
1. Membina masyarakat Islam melalui pertalian persaudaraan antara kaum Muhajjirin dengan kaum Anshar. Kaum Muhajirin yang jauh dari sanak keluarga dan kampung halaman mereka dipersaudarakan dengan kaum Anshar secara ikhlas dan hanya mengharap keridaan Allah SWT. Sebagai contoh, Abu Bakar dipersaudarakan dengan Harisah bin Zaid, Jafar bin Abi Thalib dipersaudarakan dengan Mu’az bin Jabal, dan Umar bin Khattab dipersaudarakan dengan Itbah bin Malik. Begitu seterusnya sehingga setiap orang dari Kaum Anshar dipersaudarakan dengan kaum Muhajirin.
2. Memellihara dan mempertahankan masyarakat Islam Dalam upaya menciptakan suasana tentram dan aman agar masyarakat muslim yang dibina itu dapat terpelihara dan bertahan, Rasulullah SAW membuat perjanjian persahabatan perdamaian dengan kaum Yahudi yang berdiam di kota Madinah dan sekitarnya. Tindakan ini belum pernah dilakukan oleh nabi dan rasul sebelumnya. Isi perjanjiannya sebagai berikut :
a. Kebebasan beragama bagi semua golongan dan masing-masing golongan mempunyai wewenang penuh terhadap anggits golongannya.
b. Semua lapisan, baik muslim maupun Yahudi harus tolong menolong dan saling mebantu untuk melawan siapa saja yang memerangi mereka. Semua wajib mempertahankan kota bila ada serangan dari luar
c. Kota Madinah adalah ota suci yang wajib dihormati oleh mereka yang terikat dengan perjanjian itu. Apabila terjadi perselisihan antara muslim dan Yahudi, maka urusan itu diserahkan kepada Allah SWT dan rasul(Al Qur’an dan sunah).
d. Mengakui dan mentaati kesatuan pimpinan untuk kota Madinah yang disetujui dipegang oleh Nabi Muhammad SAW.
3. Meletakkan dasar-daar politik ekonomi dan sosial untuk masyarakat Islam. Melalui wahyu yang turun di kota Madinah dimana sebagian besar berkaitan dengan pembinaan hukum Islam, Nabi Muhammad SAW dapat menetapkan dasar-dasar yang kuat bagi masyarakat muslim dalam berbagai aspek kehidupan, baik di lapangan politik,ekonomi, sosial, dan lain-lain.
Dengan diletakannya dasar-dasar yang berkala ini masyarakat dan pemerintahan Islam dapat mewujudkan nagari “ Baldatun Thiyibatun Warabbun Ghafur “ dan Madinah disebut “ Madinatul Munawwarah ”.
oleh
  1. Rif’ati (10600010)
  2. Alisha suryani kusuma (10600013)
  3. M. Arifin (10600014)

Referensi :
Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyyur Rahman.2007. Sirah Nabawiyah. Jakarta:Al-Kautsar.
Haekal, Muhammad Husain.1974. Sejarah Hidup Muhammad. Jakarta:Mitra Kerjaya.

SEJARAH BANGSA ARAB PRA ISLAM

  1. Gambaran Umum Jazirah arab dan Masyarakatnya
Situasi dan kondisi bangsa arab sebelum kedatangan Islam yang lazim disebut sebagai zaman jahiliyah tidak bisa dilepaskan dari perkembangan dan peradaban masyarakat Islam. Karena bangsa Arab adalah bangsa yang dibesarkan dan diasuh oleh Islam, dan sebaliknya Islam dikembangkan dan didukung oleh bangsa Arab. Setiap bangsa memiliki perkembangan peradabannya masing-masing. Demikian halnya dengan bangsa Arab. Seperti keadaan geografik, masyarakat, cara hidup penduduk, jenis-jenis bangsa arab, kepercayaan, adat istiadat, bahkan kerajaan-kerajaan bangsa Arab.
Bangsa Arab merupakan salah satu rumpun dari bangsa Samiah. Dari bangsa Samiah ini, kecuali Bangsa Arab muncul bangsa Assiria, Babilonia, Ethiophia dan lain-lain. Pada mulanya bangsa Samiah tinggal dan menetap di daerah Mesopotamia. Namun karena adanya pertambahan penduduk yang semakin padat, maka penduduknya pindah ke daerah sekitarnya. Bangsa Arab berpindah ke jazirah Arab dan mereka secara turun-temurun menetap di daerah tersebut.

  1. Tinjauan Geografis Bangsa Arab
Jarizah Arab yang berasal dari “shibul jazirah” yang berarti semenanjung. Jazirah Arab berbentuk persegi panjang yang sisi-sisinya tidak sejajar. Terletak di sebelah barat daya benua Asia dengan luaskurang lebih 1.200.000 mil persegi atau sekitar 3.000.000 kilometer persegi. Di sebelah selatan berbatasan dengan lautan Hindia, sebelah timur dengan teluk Persia,sebelah utara dengan Gurun Irak dan Gurun Syiria, dan sebelah barat berbatasan dengan Laut Merah.

Jazirah Arab terbagi atas lima daerah, yaitu :
  1. Hijaz, kotanya adalah Mekkah, Madianh, dan Thaif.
  2. Yaman, terletak di bagian selatan, diantara kotanya adalah San’a yang merupakan ibukota Yaman pada zaman dahulu.
  3. Najed, terletak di bagian tengah Jazirah Arab.
  4. Tihammah, terletak antara Hijaz dan Yaman.
  5. Yamamah, terletak antara Yaman dan Nejed.
Secara geografik, jazirah Arab terdiri dari taah-tanah yang tinggi yang membujur, luas, bergunung-gunung batu, kebanyakan tanahnya terdiridari gurun pasir. Hujan amat jarang turun di jazirah Arab. Keadaan ini menyebabkan bagian terbesar dari jazirah Arab itu menjadi panas, kering, gersang, dan tandus. Daerah yang lebih serig turun hujan adalah daerah Yaman, sehingga tanahnya subur disbanding daerah Arab lainnya. Keadaan tersebut juga menyebabkan tidak adanya sungai di daerah Arab. Yang ada hanyalah semacam oase, yaitu mata air ditengah gurun.
Semenanjung Arab yang merupakan bagian dari Timur tengah yang pada zaman pra Islam belum pernah dijamah oleh kekuasaan asing dari manapun. Bahkan kekuasaan besar yaitu Romawi dan Persia tidak berminat sekalipun dengan Arab, dikarenakan daerahnya sangat miskin, tandus, dan kering. Karena dilihat dari sisi ekonomi, daerah Arab sama sekali tidak menguntungkan. Sedangkan untuk pengembangan kemiliteran juga memiliki medan yang terlalu berat dan sangat berbahaya.

  1. Watak Masyarakat Arab sebelum Islam
Situasi dan kondisi Jazirah Arab yang seperti itu, berpengaruh besar dalam pembentukan watak dan tabiat masyarakat Arab. Baik dari sisi yang positif maupun negative. Tanah gersang dan tandus, cuaca panas dan kering serta udara yang sangat dingin di malam hari membuat mereka bejuang hidup lebih keras.
Dari pendapat Pere Lammens, masyarakat dikatakan bahwa mereka memiliki demokrasi yang berlebihan dan tanpa batas, mereka sangat mencintai kebebasan individu. Masyarakat Arab juga sangat patuh dan setia terhadap adat istiadat dan kabilah masing-masing. Mereka juga gemar sekali menjamu tamu-tamunya.
Ibnu Khaldun berpendapat bahwa pada masa jahiliyah mereka adalah orang-orang tidak beradab, gemar melakukan perampasan dan kerusakan. Mereka memiliki watak sukar tunduk kepada pimpinan. Tidak memiliki bakat dalam pekerjaan pertukangan dan ilmu lain. Walaupun pembawaan mereka sebenarnya adalah bersih dan murni, pemberani dan sanggup berkorban untuk hal-hal yang dipandang baik.
D De Lacy O’leary mengatakan mereka sangat materialistic, berpandangan sempt, dan beperasaan beku.tetapi mereka terlampau peka bila kehormatan, nama baik, dan kebebasannya tersinggung. Mereka dermawan terhadap tamu-tamunya dan setia kepada kabilah-kabilahnya. Mereka fanatic dan mudah marah.mereka memiliki dasar-dasar kecerdasan dari susunan bahasanya yaitu lidah mereka lebih pandai daripada akal pikirannya.pandangan mereka sangat terbatas dan tak banyak ragamnya. Mereka tak mau patuh kecuali pada kabilahya sediri. Mereka sanga bersikeras pada prinsip persamaan dalam batas lingkungan kabilahnya. Dimana dari situlah mereka siap mengorbankan diri.mereka merasa sebagai manusia istimewa yang berasal dari darah pilihan. Mereka memandang remeh Romawi dan Persia, meskipun mereka tau kedua bangsa tersebut memiliki kebudayaan yang tinggi dan maju.mereka membanggakan adat istiadatnta sendiri dan mengagungkan bahasa serta kesusastraanya.
Dari tiga pendapat diatas, maka dapat disimpulakn bahwa masyarakat bangsa Arab pra Islam memiliki dua sifat, yaitu positif dan negative yang telah dibentuk dan ditentukan oleh situasi kondisi jazirah Arab. Karena bagaimanapun uhan telah menciptakan manusia lengkap dengan unsure-unsur kemanusiaan.
Contoh negative dari tabiat bangsa Arab adalah mengubur anak perempuan hidup-hidup. Karena mereka takut anak perempan akan menghancurkan kekuasaan ayahnya, atau bahkan anak perempuan dikatakan sebagai sumber masalah dan pemuas nafsu seks belaka. Mereka lemah, dan tidak bisa bekerja apapun. Wanita tidak bisa menentukan nasibya sendiri. Begtu juga anak lelaki yang yang pengecut dan penakut juga dibunuh. Mereka khawatir kalau-kalau anak laki-laki mereka tidak bisa apa-apa dan hanya merepotkan orag lain dan tidak bisa membela kabilahnya sendiri. Demikiianlah cara berpikir orang-orag Arab jaman Jahiliyyah. Di sisi lai mereka sangat menyayangi anak perempuan mereka, namun di sisi lain mereka tak menemukan cara lain untuk tetap enjaa kehormatan mereka.
Namun, masyarakat arab memiliki watak positif lain yaitu mereka sangat peka dengan terganggunya kehormatan dan harga dirinya. Selain itu mereka sangat dermawan dan suka menjamu terhadap tamunya, memiliki rasa demokrasitinggi dan rela berkorban dalam membela kabilahnya. Semua itu merupaka sikap teruji mereka yang sangat perlu untuk dipuji.

  1. Cara Hidup dan Jenis-jenis Bangsa Arab
Penduduk Arab dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penduduk gurun dan penduduk negri atau penduduk kota yang dibebut ahlul hadlar. Penduduk gurun tersebar di bagian tengah yang keadaan alamnya terdiri dari gurun-gurun dan tanah pegunungan yang jarang diturunu hujan. Mereka disebut dengan suku Badui. Hidup mereka berpindah-pindah dan mengembara mencari daerah yang subur. Karena sulitnya mencari daerah yang subur, maka mereka sering sekali merampas, berkelahi untuk memperebutkan daerah yang subur.
Binatang ternak yang sangat penting bagi mereka adalah unta. Bagi mereka unta adalah bahtera padang pasir. Selain unta, adajuga biri-biri. Mereka mengambil daging, susu, untuk dikonsumsi. Dan merekaun juga mengambil kulitnya sebagai bahan membuat pakaian dan kemah.
Di adang pasir tersebut tidak terdapat badan resmi pemerintahan yang melindungi rakyatnya dari penganiayaan an tindakan kekerasan. Sehingga mereka memerlukan rasa kesukuan yang tinggi. Kabilah atau pemimpin suku merekalah yang membela apabila mereka diserang oleh kabilah lain. Kabilah wajib membela anggota kesukannya. Bahkan peperangan antar kabilah bisa berlanjut hingga anak keturunan mereka.
Ada kesepakatan antar bangsa Arab di zaman dahulu bahwa mereka akan menghentika peperangan di saat bulan-bulan haji dan umrah. Ini dikarenakan untuk menghormati dan menghargai para jamaah haji dan umroh.bulan-bulan yang dilarang tersebut adalah Zulqaidah, Zulhijah, Muharram, tepat disaat dilaksanakannya haji. Namun mereka tak mampu mengendalikan peperangan, bahkan perang di Bulan Safar di adakan di blan Muharram. Pengunduran ini disebut annasi.
Seoang pemimpin dalam kabilah dipilih karena sifat-sifat yang dimilikinya, yaitu pemberani, pemurah, dan penyantun. Tapi terkadang mereka juga tidak selalu mematuhi kepala suku (kabilah) mereka. Bahkan ada dari kalangan mereka yang keuar dari kabilah tersebut untuk memerdekakan diri. Sehigga kepala suku tak mampu berbuat apapun.
Susunan clan adalah dasar dari masyarakat Badui. Tiap kemah merupakan satukeluarga dan anggota dari suatu perkemahan merupakan satu clan. Kemudian beberapa clan masih ada tali persaudaraan, merupakan suatu suku. Mereka tunduk pada satu kekuasaan yaitu pada orang yang paling tua. Perabot dan alat-alat merupakan hak milik pribadi.
Bagi mereka pembunuhan atas seseorang harus dibalas dengan pembunuhan pula. Keadaan tersebut terjadi selama 40 tahun. Anggota clan yang telah melarikan diri atau dipecat juga tidak mendapat perlindungan dari anggota clad an sewaktu-waktu bisa dibunuh.
Golongan penduduk yang kedua adalah penduduk kota. Kehidupan mereka lebih teratur karena mereka bertempat tinggal di daerah yang tetap, mereka hidup di daerah yang subur. Mata pencaharianmereka adalah berdagang dan bercocok tanam buah-buahan termasuk kurma. Mereka sudah membangun kerajaan dan perkotaan.
Diantara kerajaan-kerajaan yang mereka bangun adalah Hirrah dan Ghassaniah di sebelah utara, Main, Quthban, Saba’ dan Himnyar di bagian selatan (Yaman).
Bangsa Arab terdiri dari dua jenis, yaitu Arabul Baidah, yaitu Bangsa Arab yang telah punah, yang dimusnahkan oleh Tuhankarena kedurhakaannya. Sehingga mereka tidak memiliki keturunan lagi. Arabul Baidah ini adalah bangsa Arab yang mula-mula. Arabul Baidah terdiri dari beberapa suku, yaitu Ad, Tsamud, Amaliah, dan Jadis.
Jenis bangsa Arab yang lain adalah Arabul Baqiyah, yaitu bangsa Arab yang menjadi cikal bakal bangsa Arab yang ada sekarang. Mereka terdiri dari dua golongan, yang pertama adalah bani Qathan yaitu mereka yang merupakan keturunan Ya’rub Ibnu Qathan. Mereka berasal dari Mesopotamia. Dikarenakan wilayah mereka menjadi sempit, maka mereka berpindah ke Yaman yang semula telah diuni oleh kaum Ad. Sehingga perpindahan kaum Qathan ini menimbulkan peperangan. Pada akhirnya kaum Ad kalah dan mereka tunduk kepada kaum Qathan. Selanjutnya mereka melebur, dan kaum Qathan mendirikan kerajaan-kerajaan. Diantaranya Sabaiah, Himyariah, Manazirah, Ghassaniah dan Kindah.
Adapun Bani Ismail yaitu keturunan Ismail putra dari IIbrahim dari ibu Siti Hajar. Sesuai saran Siti Sarah, ibu ari Ishaq, maka Ismail dan Siti Hajar berpindah ke Hijaz yang daerahnya lebih subur. Sampai kemudian Ismail meniah dengan Halah binti Harist al Jurhumi. Kemudian tibalah saatnya ismail diutus menjadi Nabi oleh Allah. Lalu Ibrahim dan Ishaq membangun Ka’bah seraya berdoa agar Mekkah dijadikan kota yang subur, makmur, dan banyak dikunjungi untuk melakukan ibadah haji. Serta nabi Ibrahim meminta agar keturunannya ada yang diutus untuk mengajarkan ajaran Allah.
Nabi Ismail memiliki banyak keturunan, namun akhirnya mereka menadi pupus. Hanya keturunan Adnan yang berkembang dan menurunkan keturunan. Maka mereka disebut Bani Ismail atau Bani Adnan. Hidup mereka mengembara dan tidak mendirikan kerajaan-kerajaan.

  1. Agama dan Kepercayaaan
Pada zaman sebelum Islam, masyarakat bangsa arab memiliki banyak kepercayaan dan agama.
  1. Agama Tauhid
Yaitu agama yang mengesakan Tuhan. Tidak ada Tuhan yang disembah melainkan Allah. Agama ini adalah agama yang dibawa oleh nabi-nabi terdahulu, seperti yang dibawa Nabi Hud kepada kaum Ad, yang diajarkan Nabi Sholeh kepada kaumTsamud dan agama Hanif yang dibawa oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Hanif artinya tetap berpegang teguh pada ajaran Ibrahim untuk tetap pada agama Nabi Ibrahim. Adapun pengikutnya yang tersisa menjelang lahirnya Nabi Muhammad adalah Waraqah bin naufal, Zaid bin Naufail, Khalid binSinan dan Ummayah bin Abi Sult. Ajaran agama Hanif antara lain :
  1. Mempercayai adanya Allah sebagai penguasa alam.
  2. Mempercayai malaikat.
  3. Larangan berbuat zina.
  4. Memuliakan Ka’bah dan melakukan ibadah haji.
  5. Haram menikahi istri baaknya, atau anaknya sendiri, saudara dl.
  1. Agama Ashabiah
Yaitu kepercayaan dan penyembahan terhadap benda-benda langit sperti matahari, bulan, dan bintang. Mereka mengira benda langitlah yang mengendalikan seluruh jagat raya ini. Maka benda langit itu dihorati dan disembah. Agama ini dianut oleh bangsa Qathan pada masa kerajaan Saba’ di Yaman.
  1. Agama Yahudi
Agama ini berasal dari syariat Nabi Musa bagi kaum Bani Israil. Sampai Nabi Muhammad lahir, agama Yahudi tidak memiliki banyak pengikut. Diantaranya diakrenakan mereka sangat membangga-banggakan diri, keurunan, dan berkeyakinan bahwa mereka bangsa terpilih. Bahkan seorag Arab yang telah memeluk Yahudi tidak mendapatkan hak dan dibedakan statusnya oleh orag keturunan Yahudi.
  1. Agama Masehi
Agama ini dianut oleh masyarakat bagian utara dan selatan. Ajaran-ajaran agama Masehi ini didasarkan atas kemanusiaan dan menentang prinsip-prinsip chauvinism. Para rahib juga memberikan bantuan tenda-tenda di piggir jalan bagi para musafir. Namun agama Masehi ini juga tidak terlalu banyak menliki pengikut. Dikarenakan adanya kepercayaan yang aneh-aneh pada agama masehi.
  1. Kepercayaan Terhadap Berhala
Kepercayaan yang umu dianut oleh masyarakat Arsb ysitu menjadikan patung sebagai sesembahan. Penyembahan berhala ini bermula ketika suku Khuza’ah yang berasal dari Yaman pindah ke Makkah. Seorang pembesar suku Khuza’ah ketika pergi ke Syam menyaksikan suatu kaum Amaliqah yang menyembah berhala. Lalu dia meminta satu yang bernama Hubal. Dibawanya ke Makkah dan diletakkannya di dekat Ka’bah. Orang-orang mengira berhala itu adalah perantara untuk berdoa kepada Tuhan. Sehingga semakin banyaklah berhala di samping Ka’bah. Yang pada akhirnya dihancurkan oleh Nabi Muhammad S.A.W beserta kaumnya ketika mereka telah berhasil menaklukkan Makkah.

  1. Kebudayaan Masyarakat Arab Pra-Islam (Kesusastraan, Ilmu Pengetahuan, dan Adat Istiadat)
Masyarakat Arab sebelum Islam memili kesusastraan seperti puisi dan prosa. Ia diciptakan untuk mengungkapkan dan melukiskan adat istiadat, tata susila, agama, kepercayaan, kepahlawanan, peperangan, pesoana alam, dan lain-lain. Pada waktu-waktu tertentu diadakan lomba pembacaan puisi di tempat-tempat dimana orang Arab sering berkumpul. Bagi yang memenangkan lomba tersebut, maka karya puisinya akan digantug di dinding Ka’bah. Adapun tempat penyelenggaraan pembacaan puisi itu ada lah Ukaz, Majinnah, dan Zu Majjaz.
Kesusastraan berbentuk prosa pun maju pesat di daerah ini. Bentuk dari prosa bisa berbentuk lisan maupun tulisan. Masyarakat Islam ebelum Islam pada saat itu gemar sekali membacakan prosa dan cerita-cerita di saat-saat tertentu, missal saat pertemuan-pertemua resmi danhanya berkumpul-kumpul saja. Dan kebiasaan itu menjadi budaya yang berlanjut hingga Islam datang ke Arab.
Bangsa Arab pada saat itu telah memiliki kemajuan ilmu pengetahuan yang tinggi pula. Ilmu lain yang dimiliki mereka antara lain :
  1. Ilmu Bangunan : hal ini dapat dibuktikan oleh kemampuan mereka membuat rumah dengan cara memahat gunung-gunung batu, mereka juga mampu membuat bangunan raksasa bernama Ma’rib yang mamapu enampung air tatkala hujan. Lalu air itu dialirkan ke rumah-rumah penduduk untuk kebutuhan sehari-hari.
  2. Ilmu sejarah : paza zaman itu ilmu sejarah hanya terbatas pada silsilah keturunan saja. Mereka sangat pandai menghafal walaumun itu sangat panjang, mereka jaga baik-baik silsila tersebut karena mereka memiliki kebanggaan. Setelah kelahiran Islam, silsilah tersebut dipergunakan untuk menghafal urutan hadist atau Rijalul Hadist.
  3. Ilmu Tentang Iklim : pengetahuan mereka tentang iklim pada saat itu masih sangat sederana. Mereka hanya tau kapan waktu menanam kurma, dan kapan waktu datangnyamusim dingin untuk berdagang ke Yaman, dan musim panas berdagang ke Syam.
  4. Ilmu Astronomi : menurut pengetahuan mereka, bintang itu dibagi atas 12 kelompok, yaitu enam buruj utara yang terdiri dari mizan, aqrab, qus, juddi, dalwu, dan hut. Buruj selatan yaitu ; hama, seer, sarthoon, asal, dan sumbullah.
Sebutan masyarakat jahiiyyah sebagai zaman kebodoha sebenarnya adalah salah. Pengetahuan mereka amat maju dan peradabannya beraneka ragam. Zaman jahiliyah bisa dikatakan sebagai zaman dimana orang-orang Arab Jahiliyah dahulu kala memiliki sifat pembangkang kepada Tuhannya. Mereka memiliki akal pikirannamun tidak dipergunakan. Mereka bertingkah diluar aturan Tuhan.
Didukung dengan lingkungan padang pasir, dapat memengaruhi pembentukan mental dan watak yang keras. Kehancuran dan keruntuhan nilai hidup insane menyeruak daam tingkah laku mereka yang sangat bejat, tak bermoral, dan bobrok. Perbuatan mereka yang tidak manusiawi dan keji antara lain :
  • Memandang rendah derajat wanita dan membunuh bayi perempuan yang baru lahir. Wanita diperjual belikan untuk dijadikan budak dan menjadi pemuas nafsu laki-laki. Bahkan ada hartawan yang memiliki banyak budak menjadikan hambanya sebagai alat pelacuran, sehingga pendapatan mereka harus diberikan pada tuannya.
Membunuh anak perempuan yang baru lahir juga dikarenakan mereka takut kelak anaknya dirampas menjadi budak, sehingga mereka dapat menurnkan kehormatan keluarga dan kabilahnya. Karena wanita juga dianggap tidak begitu cakap dan efektif untuk mengikuti perang. Namun tidak seluruh bangsa Arab memandang rendah wanita, ada diantaranya yang menghormati martabat kaum wanita, seperti disuruh mencari kayu bakar, memerah susu, dan lain-lain.
  • Minum-minuman yang memabukkan. Minuman keras yang mereka sukai adalah khomer dan nabidz. Mereka melakukannya di tempat-tempat maksiat, seperti pelacuran dan perjudian. Siapa yang menang maka ia akan minum sepuasnya hingga mabuk
  • Perjudian. Perjudian yang sering mereka lakukan adalah lotre,tebakan dan lain-lain. Taruhan judinya berupa kuda, unta, kambing dan kurma.
  • Pencurian dan perampokan. Kehidupan yang sulitdi padang pasir menyebabkan kebrutalan moralitas masyarakat Arab sebelum Islam. Mereka senang merampok kafilah-kafilah yang berada di padang pasir. Mereka selalu menghalalkan segala cara.
  • Perkelahian dan peperangan. Masyarakat zaman jahiliyah senang sekali berperang dan berkelahi. Bahkan perkelahian bisa berlangsung hingga puluhan than dan turun temurun. Misalnya perang dahis yag berlangsung hingga 40 tahun hanya disebabkan oleh dua orang yang bertengkar.
Demikianlah sifat dan adat istiadat serta kebudayaan orang-orang Arab sebelum kedatangan Islam. Adat dan kebiasaan mereka yang keji yang telah dibatalkan oleh Islam antara lain : larangan membunuh anak perempuan, atau laki-laki, mengawini dua wanita bersudara secara berhimpun, mengawini istri bapak setelahbapaknya meninggal dunia, kawin tanpa wali, mahar, dan saksi, dan banyak lagi kebiasaan masyarakat jahiliyyah yang telah dihapus oleh ajaran Islam.
Disamping memiliki adat yang tercela dan keji, bangsa Arab pra Islam juga memiliki kebiasaan terpuji. Diantaranya memotong tangan pencuri, mengkafani mayat, dan berpuasa di hari As-Syura.

 oleh:
  1. Anas Khoiruddin (10600048)
  2. Siti Rahmy Maulidya (10600049)
  3. Rizky Ardiani Nuranisa (10600051)
  4. Titik Arofah (10600054)
 Referensi :


M.Lapidus, Ira.Sejarah Sosial Ummat Islam.Jakarta:PT RajaGrafindo Persada.2000
Abdurrahman, Danung.Sejarah Peradaban Islamdari Masa Klasik hingga Modern.Yogyakarta:SPI Fak. Adab IAIN Sunan Kalijaga.2002
Faisal, Ismail.Sejarah Kebudayaan Islam dari Zaman Permulaan hingga Khulafaurrasyidin.Yogyakarta:Bina Usaha.1984