Minggu, 17 April 2011

Materi UTS PPKn

PENGERTIAN GLOBALISASI
Suatu proses perubahan sosial dalam bentuk semakin bertambahnya keterkaitan antara masyarakat dengan faktor-faktor yang terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi modern.

GLOBALISASI SEBAGAI TRANSFORMASI
TRANSFORMASI RUANG-WAKTU. Contoh: kejadian atau peristiwa di tempat lain dapat diketahui penduduk tempat lain dalam waktu yang sangat cepat.
TRANSFORMASI CARA PANDANG. Proses pertukaran ide-ide, gagasan, sikap. Contoh: demokrasi, kesetaraan gender, gerakan lingkungan, khilafahisme, terorisme dst.
TRANSFORMASI PRAKSIS. Contoh: perdagangan, investasi, transportasi, media dst.

MULTI WAJAH GLOBALISASI
INTERNASIONALISASI: dalam hubungan antara negara, pelaku bisnis dan penanaman modal.
LIBERALISASI: Pencabutan pembatasan-pembatasan pemerintah untuk membuka ekonomi tanpa pagar atau perdagangan bebas.
UNIVERSALISASI: Penyeragaman selera dan gaya hidup.
WESTERNISASI: Dominasi Barat atas dunia-dunia lain
DE-TERITORIALISASI: Perubahan geografi yang menyebabkan perubahan ruang sosial

IDENTITAS NASIONAL
Ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan membedakannya dengan bangsa yang lain.
Identitas nasional selalu berproses di dalam waktu dan konteks yang berubah

UNSUR-UNSUR IDENTITAS NASIONAL
POLA PERILAKU. Contoh: ramah, hormat pada orang tua, gotong royong
LAMBANG. Contoh: bendera, bahasa, lagu kebangsaan
ALAT PERLENGKAPAN. Contoh: bangunan tempat ibadah, bangunan rumah, sarana transportasi.
TUJUAN. Tercantum di dalam UUD

KASUS-KASUS TANTANGAN GLOBALISASI
ARUS INFORMASI DAN KOMUNIKASI YANG CEPAT
PERDAGANGAN BEBAS
PELANGGARAN HAK CIPTA INTELEKTUAL ATAU WARISAN BUDAYA
BRAIN DRAIn

BRAIN DRAIN SBG CONTOH KASUS
DEFINISI WIKIPEDIA TTG BRAIN DRAIN :Human capital flight, more commonly referred to as "brain drain", is the large-scale emigration of a large group of individuals withtechnical skills or knowledge . The reasons usually include two aspects which respectively come from countries and individuals. In terms of countries, the reasons may be social environment (in source countries: lack of opportunities, political instability, economic depression, health risks; in host countries: rich opportunities, political stability and freedom, developed economy, better living conditions). In terms of individual reasons, there are family influence (overseas relatives, and personal preference: preference for exploring, ambition for an improved career, etc). Although the term originally referred to technology workers leaving a nation, the meaning has
REVITALISASI IDENTITAS NASIONAL
Bangsa Indonesia bagian dari warga dunia
Warga dunia adalah warga yang multikultural
Di dalam multikultural di perlukan sikap inklusif dan toleran
Multikultural bangsa Indonesia bisa menjadi modal dalam membangun tata dunia yang inklusif dan toleran

UNSUR-UNSUR IDENTITAS NASIONAL
Sejarah
Kebudayaan yang plural
Suku bangsa atau etnis yang plural
Agama
Bahasa

SEJARAH
Sebelum menjadi satu bangsa Indonesia, telah ada dua kerajaan besar di Nusantara, yaitu Sriwijaya dan Majapahit
Sebelum merdeka, bangsa Indonesia mengalami kolonialisasi Portugis, Spanyol, Belanda, Jepang
KEBUDAYAAN PLURAL
Pluralitas nilai-nilai dan norma
Pluralitas model relasi sosial
Pluralitas hasil karya fisik kebudayaan
PLURALITAS SUKU BANGSA DAN BAHASA
Terdapat ribuan kelompok suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia
Terdapat ratusan bahasa
Bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi

PLURALITAS AGAMA
TERDAPAT 6 AGAMA BESAR DUNIA : Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu
TERDAPAT PULUHAN ALIRAN KEPERCAYAAN DI LUAR 6 AGAMA BESAR TERSEBUT
ETNISITAS SEBAGAI TANTANGAN
Di tingkat Internasional tidak sedikit negara bangsa hancur karena perpecahan etnisitas, sebagai contoh Yoguslavia dan Chekoslovakia
Di banyak negara etnisitas yang mengarah pada sparatisme menjadi problem setiap negara. Pataya di Thailand, Mindanau di Filipina, Sudan Selatan di Sudan, dll
Di Indonesia separatisme juga muncul seperti dalam kasus RMS, GAM, GPM, GRM
MENGURAI ETNISITAS DI INDONESIA
SEJARAH: Terdapat perbedaan proses sejarah di semua wilayah Indonesia. Misal, Papua bergabung ke Indonesia pada tahun 1963
ETNOSENTRISME: Memandang etnis lain dengan kaca mata budaya kelompok etnisnya.
BAHASA: Terdapat ratusan bahasa lokal terancam punah
Politik: Semangat memisahkan diri dan merdeka
Ekonomi: Ketimpangan pendapatan antar wilayah dan etnis
MENGAPA NEGARA DIPERLUKAN?
Thomas Hobbes: Dalam keadaan alamiah, manusia adalah serigala bagi manusia lain. Negara hadir untuk mengatasi kekacauan.
John Locke: Dalam keadaan alamiah, manusia hidup damai. Kondisi ini berpotensi kacau tanpa kehadiran negara.
Rousseau: Warga negara membuat kontrak sosial yang mengikat, diwujudkan dalam organisasi politik yang bernama negara.
UNTUK APA NEGARA ADA?
Memperluas kekuasaan. Tidak boleh ada yang memiliki otoritas yang lebih besar dari negara.
Menyelenggarakan ketertiban hukum. Semua warganegara memiliki status yang sama di depan hukum dan perundang-undangan.
Mencapai kesejahteraan umum. Kesejahteraan bukan untuk golongan tertentu. Sebagai misal keluarga, kroni, etnis, status sosial, gender, pekerjaan.

KAPAN BISA DISEBUT NEGARA
Rakyat: sekumpulan manusia yang disatukan dengan sejarah dan cita-cita
Wilayah: memiliki batas-batas teritorial yang jelas.
Pemerintah: instrumen atau penyelenggara negara.
Pengakuan negara lain, baik de fakto atau de jure.
BENTUK-BENTUK NEGARA
KESATUAN: Sentralisasi di bawah pemerintah pusat.
SERIKAT/FEDERAL: Gabungan dari negara-negara bagian.
BENTUK-BENTUK PEMERINTAHAN
Monarki: Kekuasaan pemerintahan berada di bawah satu orang raja.
Oligarki: kekuasaan pemerintahan dijalankan oleh golongan atau kelompok tertentu.
Demokrasi: pemerintahan berdasarkan kedaulatan rakyat

PENGERTIAN DEMOKRASI
SEBAGAI NILAI ETIS :
Sistem nilai yang meyakini bahwa manusia pada hakikatnya bebas dan memiliki harkat dan martabat yang sama.
Sistem kenegaraan yang mengakui kesamaan hakiki antar manusia
SEBAGAI PRAKTIK EMPIRIS: sistem politik yang memungkinkan masyarakat menentukan dan mengontrol pemerintah.
SISTEM YANG DITOLAK DEMOKRASI
Sistem legitimasi relijius : kekuasaan milik raja sebagai wakil Tuhan atau memiliki kekuatan ilahi
Sistem legitimasi aristokratis : kekuasaan milik kelas sosial tertentu.
Sistem Legitimasi Ideologis : Kekuasaan milik pengemban ideologi
Sistem legitimasi Teknokratis : kekuasaan milik para ahli atau teknokrat
Sistem legitimasi pragmatis : kekuasaan milik kelompok yang berjasa menertibkan masyarakat ketika sedang kacau

NORMA-NORMA TATA DEMOKRASI

Kesadaran akan pluralitas (ras, etnis, agama, gender, kelas sosial, dll).
Musyawarah (langsung atau perwakilan)
Cara harus sesuai tujuan
Kejujuran dalam permufakatan
Kebebasan nurani, persamaan hak, dan kewajiban
Proses yang tidak selesai
TIRANI MAYORITAS
TIRANI ETNIS: Nilai dan norma etnis tertentu di dalam negara mendominasi nilai dan norma etnis yang lain.
TIRANI AGAMA: Negara dan masyarakat diatur dengan agama mayoritas
TIRANI GENDER: Sudut pandang laki-laki mendominasi tata negara dan masyarakat

TIRANI MINORITAS
Nilai-nilai yang wajib berlaku di dalam masyarakat adalah nilai-nilai minoritas dan mengabaikan nilai-nilai mayoritas
Kebijakan-kebijakan negara didasarkan pada kehendak minoritas dan mengabaikan hak-hak mayoritas.
Tidak adanya kesetaraan yang dialami mayoritas di dalam mengakses ruang publik, seperti pendidikan, kesehatan, media atau pekerjaan
CONTOH KASUS
TIRANI MAYORITAS: Di Malaysia ada kebijakan setiap perusahaan wajib mempekerjakan etnis melayu di dalam jumlah tertentu.
TIRANI MAYORITAS: Di Australia, etnis Aborigin sebelum tahun 1960an tidak mendapatkan hak pilihnya.
TIRANI MINORITAS: Politik Apartheid, minoritas kulit putih mendominasi mayoritas kulit hitam
TIRANI MINORITAS: Di Irak, pada masa kekuasaan Saddam Hussein, Partai Baath, minoritas Sunni menguasai mayoritas Syii.

CONTOH KASUS DI INDONESIA
Dominasi etnis: istilah-istilah di dalam tata negara dan kemiliteran banyak menggunakan istilah Jawa, seperti mandala, Grha, manggala, wanabhakti
Dominasi agama: Banyak bermunculan Perda Syariat di tingkat pemerintah daerah
Dominasi gender: Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif tahun
HAK-HAK MINORITAS YANG SERING DILANGGAR MAYORITAS
Hak hidup
Hak mendapatkan rasa aman
Hak beragama dan menjalankan keyakinannya
Hak memperoleh pekerjaan layak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar